UMK Naik 13 Persen

Kesepakatan Pihak Apindo

CILACAP – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cilacap hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan oleh Dewan Pengupahan Kabupaten. Diperkirakan UMK 2014 akan ditentukan pekan ini.
Menurut perwakilan serikat pekerja di Dewan Pengupahan, Agus Hidayat SH, penentuan UMK masih terjadi tarik ulur pada batas kenaikan upah baik dari serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Cilacap.
Serikat pekerja meminta kenaikan UMK lebih dari 10 persen atau naik lebih dari Rp 100 ribu. Sedangkan dari pihak Apindo masih meminta kenaikan upah tidak lebih dari 10 persen, baik upah di Cilacap kota, barat maupun timur.
“Masih dibahas, kemungkinan minggu ini keputusan. Terjadi tarik ulur keinginan serikat pekerja dan Apindo yang belum pas,” kata Agus, Selasa (24/9).
Terkait dengan penentuan UMK, Agus mengatakan, Dewan Pengupahan masih menggunakan nilai rata-rata Kebutuhan Hidup Layak (KHL) seperti pada tahun sebelumnya. “Sistem itu sudah menjadi aturan di Provinsi Jateng. Jadi kalau kita menggunakan perkiraan survei KHL pada Desember malah akan menimbulkan polemik baru. Setidaknya kita tidak bisa berbuat banyak karena adanya aturan,” terangnya
Dituturkan Ketua Apindo Bambang Sriwahono, awalnya Apindo memang meminta kenaikan upah buruh sebesar 5-10 persen dari UMK tahun 2013. Namun karena survei KHL di Cilacap sangat tinggi, maka Apindo memutuskan kenaikan upah berkisar 13 persen. “Awalnya kita memang menginginkan 5-10 persen. Tetapi setelah melihat survei ternyata semua kebutuhan naik. Dari tempe, tahu dan semua kebutuhan pokok naik, sehinga Apindo memutuskan naik 13 persen,” terangnya.
Sementara itu, khusus untuk wilayah Cilacap kota, Apindo meminta UMK 2014 sama dengan KHL. Sedangkan di dua zona lainnya disesuaikan dengan kenaikan persentase. “Yang jelas untuk wilayah kota sesuai KHL yakni sekitar Rp 1 juta lebih. Sedangkan wilayah barat dan timur disesuaikan dengan kenaikan persentase,” jelasnya.
Penentuan kenaikan UMK yang lebih tinggi dari ususlan pertama, menurut Bambang, cukup menyulitkan para pengusaha. Sebab kenaikan harga yang terus-menerus membuat usaha semakin banyak mengeluarkan biaya. “Kalau UMK kecil, kita kasihan sama pekerja. Tapi kalau naiknya tinggi, kita juga sulit,” terangnya.
Bambang berharap kenaikan harga bisa diantisipasi pemerintah untuk bisa menekan sekaligus menstabilkan harga. “Kita berharap pemerintah bisa menekan dan menstabilkan harga. Supaya perekonomian semakin maju dan daya beli buruh juga stabil,” tandasnya.
UMK Cilacap pada 2013, untuk wilayah kota sebesar Rp 986 ribu, wilayah timur Rp 861 ribu, dan wilayah barat sebesar Rp 816 ribu. (rin/sus)

477 total views, 1 views today

Posted by on 25 September 2013. Filed under Cilacap. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login