Terbukti Muwur, Kades Bisa Diberhentikan

Hari ini, 113 Desa Gelar Pilkades Tahap II

KEBUMEN – Proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Kebumen yang digelar menjadi empat tahap rawan terjadi kecurangan. Hampir disemua desa yang menggelar pesta demokrasi tingkat desa itu, calon kepala desa yang akan maju memperebutkan kursi Kades disinyalir melakukan “money politik” atau lebih dikenal dengan nama “Muwur”. Praktek muwur ini seakan menjadi lazim dilakukan oleh calon Kades untuk mendulang suara pemilih. Tragisnya, rata-rata pemegang hak suara justru seolah “menjual diri” dengan berbagai alasan.
Menanggapi hal itu, Pemkab Kebumen mempersilahkan masyarakat melaporkan kepada bupati jika ada yang keberatan atas hasil Pilkades di Kabupaten Kebumen. Pemkab terbuka menerima laporan dari masyarakat untuk selanjutnya diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika calon Kades terbukti “muwur” dan ada penguatan dari saksi-saksi, meski sudah terpilih kades tersebut bisa dibatalkan kemenangannya.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Kebumen, Subagyo SSos MM menyatakan, jika ada masyarakat yang menemukan kecurangan dalam proses Pilkades bisa mengadukan ke bupati disertai dengan bukti-bukti. Selanjutnya, bupati akan menerjunkan Penyidik PNS dan Satpol PP untuk mendalami laporan dari masyarakat.
“Jika memang terbukti melakukan muwur dan ada saksi, kita proses sampai ke pengadilan. Nanti keputusannya di pengadilan,” terang Subagyo ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/6). Subagyo juga menegaskan, proses keberatan itu tidak akan mengganggu tahapan-tahapan Pilkades yang telah ditentukan.
Sementara itu, Pilkades tahap kedua di Kabupaten Kebumen akan dilakukan serentak hari ini, Sabtu (22/6). Sebanyak 113 desa dari 26 Kecamatan akan memilih pemimpin mereka untuk masa jabatan enam tahun kedepan. Seharusnya, Pilkades tahap kedua diikuti oleh 116 desa.
Namun, tiga desa tidak bisa menggelar Pilkades besok lantaran Calon Kades kurang dari dua. Sedangkan persyaratan Pilkades harus diikuti oleh minimal dua calon. Sehingga tiga desa itu terpaksa ditunda hingga satu bulan kedepan. Ketiga desa tersebut yakni Desa Rahayu Kecamatan Padureso, Penusupan Kecamatan Sruweng dan Sidoharjo Kecamatan Puring.
Subagyo mengatakan, pihaknya mengantisipasi partisipasi pemilih kurang dari 2/3 sehingga tak memenuhi kuorum seperti yang terjadi di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen pada Pilkades tahap pertama, 17 Juni lalu. Menurut Subagyo, daerah yang dikhawatirkan terjadi tak memenuhi kuorum yakni di daerah bagian utara seperti di Kecamatan Karanggayam. Pasalnya di daerah tersebut, sebagian warganya bekerja diluar daerah.
“Kita sudah komunikasikan dengan Panitia dan warga disana, kita himbau mereka untuk menggunakan hak pilihnya besok,” kata Subagyo.
Dia juga meminta calon Kades ikut membantu panitia Pilkades untuk mengajak warga menggunakan hak pilihnya. “Seperti calon Kades yang menyediakan angkutan untuk mengangkut warga ke TPS itu tujuan utamanya agar pemilih yang menggunakan hak suaranya memenuhi kuorum,” jelasnya.
Sedangkan Pilkades tahap ketiga akan digelar serentak pada 29 Juni mendatang dan tahap keempat digelar pada 11 November 2013 mendatang. (ori)

320 total views, 1 views today

Posted by on 22 June 2013. Filed under Kebumen. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login