Sidang Pemalsuan Dokumen Kemenag Digelar

KEBUMEN – Sidang pemalsuan dokumen di Kemenag Kebumen dengan terdakwa mantan Kemenag Kebumen Drs H Bambang Sucipto M Ag, Sugeng Suryadi selaku Analis Kepegawaian Kemenag Kebumen, dan Masmudin S Ag Staf Kemenag Kebumen digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kebumen, Selasa (3/3) siang.

Sidang perdana yang dipimpin Majlis Hakim Awardi Idris SH MH, Wakil Ketua Febrian Ali SH MH dan Yumendono Fuji Ariyanto SH MH kali ini, menghadirkan empat saksi dari pihak penggugat. Diantaranya, Mukhdori SP, Drs Pujiono, Umi Habibah, dan Rohmanudin S Ag.
Drs Pujiono dalam kesaksiannya mengatakan, dari 141 guru honorer yang telah masuk Katagori Satu (K1) berasal dari sekolah swasta. Sementara menurut aturan, yang berhak diangkat masuk K1 adalah mereka yang menjadi guru honorer di sekolah negeri.”Begitupun sebaliknya, guru-guru honorer yang sudah berjuang lama di sekolah negeri sama sekali tidak masuk K1,” katanya.

Ditemui kuasa hukum Paguyuban Guru Honore (PGH) Kebumen di lingkungan Kemenag Kebumen, Kasran SH mengatakan, berdasarkan SM Menpan No 5 Tahun 2010, mensyaratkan guru honorer yang masuk K1 untuk menjadi PNS, mereka yang berwiyata bakti atau menjadi guru honorer di sekolah negeri. Selain itu, mendapat Dipa atau honor dari pemerintah dan berjuang menjadi guru, sekurang-kurangnya 5 tahun berturut-turut.”Namun pada kenyataannya, mereka yang masuk K1 adalah guru-guru yang berwiyata bakti di sekolah swasta yang jelas tidak mendapat honor dari pemerintah,”katanya.

Ketiga tersangka dilaporkan ke Kepolisi pada bulan Juli 2013 yang lalu, karena terjadi ketidakberesan pada pengangkatan K2 menjadi K1. Banyak tenaga honorer yang seharusnya lulus K1 ternyata tidak masuk K1. Begitupun sebaliknya, banyak guru honorer yang seharusnya belum memenuhi syarat K1 ternyata masuk K1. Bukan hanya itu saja yang dipersoalkan, beberapa guru wiyata yang telah dinyatakan lulus CPNS dan terpampang di papan pengumuman, ternyata sudah bertahun-tahun SK CPNS dan SK PNS –nya tak kunjung turun.

Tampak hadir dalam persidangan ketiga tersangka pemalsuan, didampingi kuasa hukumnya, Heru Sutoto SH dan Supriyono SH. Ketiga tersangka dikenai Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Hadir pula Ketua Paguyuban Guru Honorer (PGH) Kebumen, Mukhdori SP sebagai saksi penggugat serta hadir pula puluhan anggota guru honorer menyaksikan jalanya sidang.(har/bdg)

Posted by on 5 March 2014. Filed under Kebumen. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>