Salah Cetak Akan Diminimalisir

pwt tengah1PURWOKERTO – Saat awal peluncuran Kartu Banyumas Sehat (KBS) pada 27 Juli lalu, terjadi salah cetak. Untuk itu, Pemkab Banyumas akan berupaya penuh melakukan perbaikan dalam distribusi KBS.

Wakil Bupati Banyumas, dr Budhi Setiawan memastikan KBS selanjutnya tidak akan salah cetak lagi. Meski, kata dia, kemungkinan salah cetak masih ada. Hanya saja, jumlah kesalahan akan diminimalisir dari sebelumnya. “Yang pasti secara bertahap semua warga miskin akan memperoleh KBS,” kata dia beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kesalahan cetak tidak terlepas dari kesalahan desa saat memasukkan sejumlah nama yang diusulkan sebagai penerima KBS. Termasuk di dalamnya, kesalahan pencantuman nama, alamat, NIK, hingga tempat tanggal lahir. Soal penerima KBS yang masih juga merokok, menurutnya secara bertahap akan menghilangkan kebiasaan ini.
“Sebetulnya sulit, karena ini sudah habit. Tapi secara bertahap, bisa menjadi pertimbangan kami ketika akan menerima KBS,” katanya mencontohkan tidak akan merokok setelah menerima KBS.
Sementara itu, Sekertaris Komisi D, Yoga Sugama memaklumi adanya salah cetak pada KBS. Diyakininya, jumlah kesalahan ini terbilang kecil. Hanya saja, ia mengingatkan agar Pemkab Banyumas konsisten terhadap syarat penerima KBS Silver yang begitu ketat. Diantaranya, diprioritaskan pada penderita penyakit kronis, miskin, dan tidak memiliki jaminan kesehatan lain.
“Tapi fakta di lapangan prioritas ini tidak diterapkan. Warga yang sehat tetap mendapatkan. Padahal ini tidak mendesak bagi mereka,” kata dia mengingat Agustus ini Pemkab menjanjikan segera distribusi KBS selanjutnya.
Ia juga masih menyayangkan sejumlah penerima KBS yang masih merokok. Menurutnya, ini sudah melenceng dari tujuan awal menyediakan jaminan kesehatan daerah untuk warga Banyumas. Yakni melakukan pengobatan juga pencegahan. “Maka ketika penerima KBS tidak lagi menjaga kesehatannya (merokok), ini sudah melenceng dari tujuan awal,” katanya.
Menurutnya, perlu ada intervensi dari Pemkab untuk mewujudkan masyarakat Banyumas yang sehat seutuhnya. Intervensi ini, kata dia, bisa dilakukan dengan mensyaratkan penerima KBS untuk tidak lagi merokok demi menjaga kesehatan. (azz/sus)

142 total views, 1 views today

Posted by on 14 August 2013. Filed under Purwokerto. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login