Pembangunan Jembatan Linggamas Dikebut

pbg TENGAHPURBALINGGA- Pihak pengembang terus mengebut penyelesaian Jembatan Linggamas yang menghubungkan Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon, Purbalingga dengan Desa Petir, Kecamatan Sokaraja, Banyumas. Pembuatan rangka penolong pemasangan gelagar dipastikan selesai dalam bulan ini. Pasalnya awal September, mulai ada pemasangan gelagar.
“Gelagar (Balok) yang sudah terpasang berupa 15 persen dari total bangunan utuh yang dilakukan pada pembangunan tahap pertama beberapa waktu lalu. Kami harus menyelesaikan pemasangan 85 persen lagi gelagar. Jika gelagar terpasang, istilahnya nyawanya sudah terlihat untuk sebuah bangunan jembatan,” papar Direktur PT Gaitsa Zahira Shofa, Donny Eriawan, Selasa (13/8).
Dia mengatakan, satu gelagar membutuhkan waktu dua hari untuk pemasangan. Untuk Purbalingga masih membutuhkan 6 gelagar dan sisanya Banyumas. Bentang gelagar ada yang 50 meter dan 45 meter dan sudah siap pasang saat datang. Semua ditangani satu kontraktor, yaitu PT Gaitsa Zahira Shofa.
“Memasuki lebaran kemarin, pekerjaan libur sementara. Karena angkutan material besar tidak boleh melintas selama menjelang lebaran. Jadi baru Selasa (13/8) dikirim ke lokasi. Musim saat ini sangat mendukung percepatan penyelesaian jembatan. Hari ini pekerja mulai turun di lokasi memulai pekerjaan,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, jika rangka penolong sudah selesai, gelagar akan semakin mudah terpasang. Harapannya, dalam 200 hari kalender sejak Juni lalu, pekerjaan sudah bisa diselesaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purbalingga, Sigit Subroto mengatakan, selain pemasangan gelagar, kegiatan lain yang sedang dilakukan adalah membuat talud oprid di ruas jalan yang mendekat ke jembatan tersebut.
“Jika balok gelagar sudah terpasang, talud tersebut akan ditinggikan dua meter dari posisi saat ini. Tujuannya agar seimbang dengan badan jembatan,” katanya.
Sigit memperhitungkan, setidaknya pada November tahun 2014 jembatan sudah bisa digunakan. Pada tahap kedua ini menggunakan pagu anggaran sebesar Rp 23,8 miliar yang ditanggung dua pemerintah daerah. Masing- masing Purbalingga Rp 7,5 miliar dan lainnya Kabupaten Banyumas. (amr/bdg)

729 total views, 8 views today

Posted by on 14 August 2013. Filed under Purbalingga. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login