Miras Oplosan Beredar di Banjarnegara

Minuman Bersoda dan Alkohol 70 Persen
BANJARNEGARA – Masyarakat harus mewaspadai dengan ulah sindikat yang mengoplos minuman bersoda dengan alkohol 70 persen yang biasa digunakan untuk membersihkan luka. Kapolres Banjarnegara AKBP
Muh Anwar SH SIk mengatakan, minuman hasil oplosan ini sangat berbahaya. Minuman serupa pernah merenggut puluhan nyawa di Indramayu, Jawa Barat.
Berdasarkan hasil pengembangan Polres Banjarnegara, minuman serupa juga beredar di Banjarnegara. Menurut Kapolres, bila tidak teliti akan sulit membedakan minuman bersoda yang asli dan hasil oplosan. Pasalnya, secara kasat mata, minuman tersebut memiliki kemiripan. “Ini memang minuman bersoda asli yang dicampur dengan alkohol,” kata dia.
Pencampuran ini, lanjut dia, dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraih keuntungan dengan jalan pintas. Parahnya, minuman ini dijual diwarung-warung layaknya menjual minuman bersoda yang bukan oplosan. Yang lebih berbahaya, kata dia, jika minuman ini dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.
Selain minuman bersoda oplosan, kata Anwar, Polres Banjarnegara berhasil mengamankan 100 botol minuman keras merek Mansion, 25 botol bir dan 500 liter minumen keras tradisional jenis ciu. “Sebagian besar barang bukti telah dimusnahkan,” kata dia. Barang bukti yang digelar dalam gelar perkara kemarin juga akan segera
dimusnahkan.
Disinggung mengenai kerja sama dengan pihak terkait seperti Sat Pol PP, kata Anwar, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan penegak perda tersebut. Dikatakannya, sesuai dengan Perda, maka di Banjarnegara dilarang minuman keras berapapun kadarnya. “Sesuai Perda, tidak boleh beredar minuman yang mengandung alkohol, meskipun kadarnya sedikit,” kata dia.
Lebih lanjut Anwar mengatakan, sebanyak 6 orang pedagang telah menjalani sidang tindak pidana ringan.
Selain itu, sebanyak 50 ribu petasan dari berbagai jenis yang disita dari 5 orang pedagang juga telah dimusnahkan. “Kebanyakan petasan jenis cabai rawit,” katanya.
Sementara itu terkait pengamanan selama ramadan, Kapolres menegaskan, Ormas sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk melakukan sweeping. Kapolres Banjarnegara AKBP Muh Anwar SH SIk mengatakan, pihaknya akan menindak tegas terhadap ormas apapun yang melakukan sweeping. “Penegakan hukum merupakan tugas aparat penegak hukum,” kata dia.(drn/acd)

212 total views, 1 views today

Posted by on 24 July 2013. Filed under Banjarnegara. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login