Lemah di Nomor Lari 100 meter

FOTO A HLCabang Atletik Banyumas

PURWOKERTO – Atletik Kabupaten Banyumas pesisim mendapat medali di nomor bergengsi lari 100 meter putra dan putri, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2013. Sebab, pada nomor ini Banyumas mengakui atletnya masih lemah, karena usianya masih sangat muda.
“Khusus nomor ini (lari 100 meter, red) kita memang tidak mematok target. Sebab, pelari yang kini turun di nomor itu, merupakan pelari muda yang bisa diharapkan besar untuk Porprov berikutnya,” kata salah satu pelatih Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Banyumas Dwiyanto, kepada Radarmas, kemarin (12/9).
Dia menambahkan, pada nomor lari 100 meter putra dan putri, saat ini masih dipegang pelari asal Solo dan Semarang. Selain kedua daerah tersebut, pelari dari Salatiga juga menjadi calon lawan terberat. Dwiyanto mengakui, atlet Banyumas memang belum terlalu unggulkan meski sekarang sudah memiliki catatan bagus. Noro Aji, sudah membukukan rekor 11,6. Sementara pelari 100 meter putri, Vivi, masih mencatatkan kecepatan 13,7 detik. “Sedangkan pelari 100 meter putri terbaik Jateng ada di 13 koma kecil,” jelasnya.
Meski demikian, bukan berarti Banyumas tidak mempunyai unggulan di cabang atletik. PASI Banyumas memproyeksikan bisa mendulang emas lewat nomor Lompat Jauh. Selain itu ada Lompat Jangkit dan Estafet 4 x 100 meter putri.
“Tiga nomor itu kami yakin mampu raih medali emas. Sebab, Irfa atlet Banyumas yang akan diturunkan nanti pemegang rekor tiga medali emas sewaktu Porprov di Solo 2009 lalu,” ucap Dwiyanto.
Pada Porprov yang akan digelar Oktober mendatang Pengkab PASI menargetkan bisa meraih empat emas. Tetapi beberapa waktu lalu, target tersebut ditingkatkan menjadi tujuh emas.
Sejauh ini Dwiyanto mengaku masih sangat yakin untuk penuhi empat target emas bagi Banyumas. Sebab, pada Porprov di Solo Banyumas berhasil menyumbangkan enam medali emas. “Kenapa saya yakin empat emas itu hampir dipastikan tercapai, sebab kami memang unggul dinomor yang diperkuat Irfa,” ujarnya.
Sementara dua medali emas lainnya, Dwiyanto belum berani memastikan. Sebab, dua atlet penyumbang emas lainnya yang saat di Solo sumbangkan emas bagi Banyumas kini tidak lagi perkuat Banyumas. “Sobihin, atlet Lempar Cakram Putra kini perkuat Kudus. Sementara atlet lempar lembing putri yang dulu milik Banyumas Dian Kartika, kini menjadi milik Jawa Barat,” ujar Dwiyanto.
Kemampuan atlet cabang atletik di Jateng, diakuinya kini sudah lebih merata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, persaingan untuk lari jarak menengah, Banyumas akan bersaing ketat dengan Salatiga.
“Khusus untuk nomor pertadningan Lempar, Semarang masih jago karena mereka diperkuat beberapa atlet Sea Games. Demikian juga pada nomor Tolak Peluru. Sedangkan Lempar Cakram hampir pasti Kudus dan Lempar Lembing ada Banjarnegara dan Pekalongan,” bebernya.
Sejak pertengahan Agustus, 18 atletnya terus digenjot latihan rutin tiga kali sehari setiap harinya. Menurut Dwiyanto, program latihan super ketat ini merupakan bagian dari treatment yang disiapkan PASI Banyumas.
Kondisi fisik atlet menjadi prioritas yang harus disiapkan agar bisa bersaing dengan kontestan lain di Porprov Oktober mendatang. “Kebetulan ada delapan atlet yang pemusatan latihan bersama atlet cabang olahraga lain di Hotel Tiara. Sementara 10 lainnya pemusatan latihan di luar. Kami jadwalkan latihan setiap hari pagi, siang dan sore,” tandas Dwiyanto. (min/tya)

256 total views, 2 views today

Posted by on 13 September 2013. Filed under Olahraga. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login