|
KALIMANAH-Sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Kelurahan Mewek kecamatan Kalimanah hingga saat ini belum melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2010. Alasannya saat ini sedang mengalami krisis order. Meskipun jatuh tempo pada September, namun perusahaan itu merupakan wajib pajak dengan jumlah pajak lumayan besar dan setidaknya Agustus diharapkan sudah bisa setor. Besarnya pajak yang harus ditanggung setiap perusahaan sesuai SPPT berkisar Rp 4-6 juta. Kebanyakan berjanji bakal segera melunasi saat mendekati jatuh tempo, September mendatang. Kasi Pemerintahan Kelurahan Mewek, Sapto Suhardiyo menjelaskan, perusahaan yang ada di Kelurahan Mewek antara lain perusahaan perkayuan, bulu mata palsu maupun keramik. Dari sejumlah perusahaan yang mengaku masih pailit dan krisis itu, jumlah setorannya diatas Rp 30 juta. “Pelunasan baru sebesar sebanyak 40 persen dari baku pajak Rp 105 juta,” katanya, Senin (19/7) kemarin. Akibat penunggakan itu, pihaknya selalu menutup kekurangan sampai Rp 1 juta setiap tahunnya. Hal itu disebabkan karena saat mengegnjot pelunasan, pemungut kesulitan menemui wajib pajak. Karenanya upah pungut yang semestinya dinikmati petugas, digunakan untuk menutup sementara. “Kami juga terus menggenjot pelunasan pajak perseorangan. Apalagi saat ini menghadapi puasa dan lebaran, penggunaan uang untuk pemenuhan keperluan sehari-hari akan meningkat. Kami khawatir, untuk membayar pajak menjadi enggan,” katanya. Hingga Juli ini, pelunasan wajib pajak perseorangan sudah diatas 80 persen. Meskipun ada wajib pajak yang belum lunas, lebih dikarenakan sedang berada di luar daerah. Apalagi hingga saat ini di kelurahan Mewek terdapat lahan atau obyek pajak yang pemiliknya merupakan orang luar daerah, sehingga kesulitan untuk memungut PBB. “Selain karena kesadaran wajib pajak perseorangan yang sudah meningkat untuk melunasi PBB secepatnya setiap tahun, perangkat kelurahan juga melakukan upaya jemput bola ke rumah warga,” imbuh Sapto. Dalam beberapa kesempatan, pemkab juga menyerukan agar pelunasan PBB dilakukan secepatnya, yaitu Juli ini. Himbauan untuk pelunasan Juli didasarkan pada banyaknya agenda kegiatan di bulan-bulan selanjutnya. (amr)
|