Kuahnya Benar-Benar Bening dan Segar
Di musim hujan seperti sekarang ini, ada kalanya ingin mencoba menu baru. Datang saja ke Sate Ayam dan Soto Bening Ponorogo.
IRANI ISNAENI, Puwokerto
Ponorogo, sebuah kota di Jawa Timur yang terkenal dengan kesenian tradisonal Reog Ponorogo rupanya mempunyai makanan khas yakni Sate Ayam Ponorogo dan Soto Bening Ponorogo. Untuk mencicipi makanan khas tersebut, tak perlu jauh-jauh datang kesana karena sekarang di Purwokerto telah hadir Sate Ayam dan Soto Bening Ponorogo. Lokasinya juga mudah terjangkau yakni di Jalan Jendral Soedirman Timur atau tepatnya di sebelah utara kantor Bulog. Tulisan yang dibuat berwarna cerah ini sangat mencolok sehingga memudahkan untuk mencarinya. Ketika memasuki halaman warung makan, aroma bakaran sate-nya sangat menggugah, membuat kita semakin penasaran dengan isi menu yang ada didalamnya. Warung makan Sate Ayam dan Soto Bening Ponorogo memang baru buka beberapa hari yang lalu yakni tanggal 19 Juli. Dan sebagai promosi, konsumen mendapatkan potongan harga 10 persen sampai dengan hari ini Rabu (21/7). Pemilik warung makan, Ibu Sumadi terlihat sibuk melayani beberapa pesanan konsumen. Tak disangka, pengunjung warung makan ini rupanya banyak yang penasaran dan ingin mencoba menu baru asal Ponorogo. Menurut Bu Sumadi, resep yang digunakan adalah warisan turun temurun dari nenek moyangnya. Soto Bening Ponorogo ini berbeda dengan soto Sokaraja ataupun soto yang lainnya. Isinya terbilang lebih sedikit yakni nasi, daging ayam, kecambah, daun seledri dan bawang merah goreng. Ayam yang digunakan bukan sembarang daging ayam melainkan menggunakan daging ayam Jawa asli. "Ayam Jawa berbeda dengan ayam kampung, rasanya juga berbeda. Ayam Jawa merupakan ayam yang dipelihara di desa-desa," ujar Bu Sumadi. Jika menggunakan ayam yang biasa, rasanya sangat berbeda, maka dari itu ia menggunakan daging ayam Jawa asli. Sesuai dengan namanya, Soto Bening disajikan dengan kuah bening, tanpa ada campuran warna apapun. Satu porsi nasi ditata di atas mangkok, kemudian diberi ayam, kecambah dan daun seledri. baru setelah itu disiram dengan kuah soto. Taburan bawang merah goreng semakin membuat soto bening ini menarik. Bu Sumadi mengatakan ia membuat sendiri kuah soto. Daging ayam direbus menggunakan bumbu rahasia sampai setengah matang. Setelah itu daging ditiriskan dan digoreng. Kuah rebusan daging ayam kemudian diberi bumbu-bumbu lagi dan direbus lagi. Rasanya segar dan agak sedikit manis. Konsumen bisa menambahkan kecap dan sambal yang tersedia di meja. Makin nikmat ketika ditambah dengan cemilan sate telor yang tersedia di meja. Sate telur ini rasanya juga berbeda dengan lainnya. ketika dimakan, seperti ada rasa kejunya. Satu porsi soto bening hanya Rp 6.000 sedangkan untuk sate ayam Ponorogo dibandrol dengan harga Rp 8000 tiap porsi yang berisi 10 tusuk. (*)
|