|
Sarimin menunjukkan batu yang sering membuat perahu nelayan kandas,sehingga membuat perahu nelayan Desa Argopeni mengalami kerusakan mesin
AYAH – Nelayan di Desa Argopeni Kecamatan Ayah membutuhkan sejumlah fasilitas untuk mendukung kelancaran mata pencaharian mereka menangkap ikan. Adapun fasilitas yang dibutuhkan tersebut berupa balai pertemuan nelayan, rumah istirahat bagi para juru angkat perahu dan bantuan pemecah karang. Ketua Rukun Nelayan TPI Pedalen Desa Argopeni Ayah, Sumahid didampingi sekretaris, Sarimin mengatakan, para nelayan anggotanya membutuhkan bangunan pemecah ombak, agar ombak tidak langsung menerjang pangkalan 280 perahu dengan 1000 anggota nelayan. “Jika sulit direalisasikan karena biayanya yang sangat mahal, kami minta Pemerintah Kabupaten Kebumen membantu peralatan untuk memecah batu karang yang sering membentur perahu nelayan hingga merusakkan mesin,” kata Sumahid. TPI Pedalen berada di cekungan pantai dengan tanjung yang menjorok ke arah laut di sebelah utara. Di cekungan tersebut, banyak terdapat batu karang, yang tidak hanya terlihat kalau air surut. “Kalau batu karang dipecah, nelayan tidak perlu khawatir mesin ‘kandas’. Syukur-syukur pemerintah mau membangun pemecah ombak, agar anggota kami tidak harus khawatir ombak sampai di temapt parkiran perahu,” imbuh Sarimin. Selain hal itu, sambungnya, nelayan Argopeni membutuhkan balai pertemuan khusus bagi para nelayan. Balai pertemuan itu mendesak mengingat, pertemuan antara nelayan dilakukan sebulan sekali. Pertemuan untuk membahas permasalahan yang dihadapi nelayan tersebut masih harus menumpang di TPI. “Hanya nelayan Argopeni yang belum mempunyai balai pertemuan,” sambung Sarimin. Sarimin berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen yang sebelumnya sudah membangun Posko SAR. Posko tersebut sekaligus dijadikan tempat pertemuan bagi para nelayan. Disisi lain, Sarimin mengatakan, para tukang gotong perahu (tagog) masih belum mempunyai rumah peristirahatan khusus. “Kasihan para tagog yang sampai saat ini masih menempati bangunan seadanya. Padahal mereka sangat membantu para nelayan saat bekerja,” katanya seraya mengatakan, pekerjaan tagog adalah memarkir perahu para nelayan..”Dengan adanya tagog, para nelayan tidak perlu repot menggotong-gotong perahu jika akan pergi dan pulang melaut,” imbuhnya.(cah)
|