|
AJIBARANG-Setelah sempat dipusingkan dengan harga cabai dan sayur yang naik tajam, sekarang masyarakat dan pedagang makanan mengeluhkan harga kebutuhan pokok. Dari pantauan Radarmas di Pasar Induk Ajibarang, harga cabai masih turun naik. Untuk harga cabai merah besar kini mengalami penurunan dari Rp 35 ribu turun menjadi Rp 27 ribu, cabai hijau besar dari Rp Rp 9 ribu turun Rp 7 ribu per kilogram. Sementara untuk harga cabai rawit hijau mengalami kenaikan dari Rp 8 ribu menjadi Rp 11 ribu dan cabai rawit merah masih bertahan pada tingkat harga Rp 27 ribu. Sementara untuk harga bawa putih mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu. Bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp 11 ribu menjadi Rp 12 ribu - Rp 13 ribu. "Naik turunnya harga memang karena pasokan cabai dan bawang (merah dan putih) tidak tentu apalagi sekarang lagi musim hujan dan cabai terkena hama. Sementara permintaan dari pedagang dan masyarakat masih cenderung tinggi. Apalagi sekarang sedang musim hajatan" ungkap Tina salah satu pedagang sayuran di Pasar Ajibarang kemarin (20/7). Berbeda dengan komoditas cabai yang tak tentu, harga sembako justru mengalami kenaikan yang cukup drastis dalam waktu sepekan ini. Nani Kusman pemilik salah satu toko sembako di Pasar Ajibarang menuturkan harga beras kini mengalami kenaikan dari Rp 200 hingga Rp 500 per kilogramnya. Harga beras Ir. 64 kualitas biasa naik dari Rp 5.000 menjadi Rp Rp 5.500 dan Ir. 64 kualitas bagus naik dari Rp 5200 menjadi Rp Rp 5700. Beras ketan dari Rp 7500 menjadi Rp 8500. Selain beras, beberapa harga minyak goreng, telur, terigu dan gula pasir juga mengalami kenaikan. Untuk telur naik dari Rp 14 ribu menjadi Rp 14.500, terigu naik dari Rp 4200 menjadi Rp 4500, minyak goreng naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.200. Sedangkan gula pasir naik dari Rp 8500 menjadi Rp 10.000. Selain sembako harga sayur kobis dan kentang juga naik dari Rp 4000 menjadi Rp 7000. "Kalau sayur dan sembako naik serempak, kita sebagai pedangan makanan yang paling susah. Kalau mau menaikkan harga makanan, pasti langganan bisa protes dan meninggalkan kita. Soalnya sekarang orang mencari yang murah tapi banyak,” ungkap Jamilah salah satu pemilik warung makanan di Ajibarang kemarin. Pedagang sayur dan sembako belum bisa memastikan sampai kapan harga komoditas sehari-hari ini bisa stabil. Bahkan beberapa pedagang memprediksi bahwa harga komoditas ini akan terus naik, apalagi sekarang ini telah mulai mendekati bulan Ramadhan.(ap5)
|