Dindik Klaim Sudah Serahkan Data

PURWOKERTO – Pemkab Banyumas dan pihak Dinas Pendidikan nampaknya harus duduk bersama, untuk membahas persoalan gaji guru Wiyata Bakti (WB) yang akan disetarakan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Pasalnya, Pemkab menyatakan siap mengusulkan anggaran bagi guru WB dalam APBD-P dan tinggal menunggu data dari Dinas Pendidikan. Sementara Dinas Pendidikan menyatakan sudah memberikan data yang diminta.
Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono melalui Kepala Bidang PPTK Siswoyo. Dia mengatakan, pihaknya telah menyerahkan data guru WB kepada DPPKAD dan Pemkab. “Kami sudah diundang rapat berkali-kali untuk membahas masalah ini. Bahkan data sudah kami serahkan kepada pihak Pemkab,” tandasnya.
Menurutnya, jumlah guru WB yang diusulkan pihak Dinas Pendidikan ada 2.330 orang, dengan rincian 2.148 guru SD, 79 guru SMP, dan 103 guru SMA/SMK. “Guru yang masuk dalam kuota adalah guru WB yang sama sekali belum mendapat bantuan fungsional maupun kesra,” jelasnya.
Sementara guru WB yang sudah mendapat bantuan kesra yang bersumber dari APBD 1 dan APBD 2 ada 468 orang, dan yang sudah mendapat bantuan fungsional yang bersumber dari APBN ada 409 guru. “Total guru WB yang sudah mendapat bantuan ada 877 orang dari 1.586 jumlah guru yang kami usulkan. Besarnya bantuan fungsional yang diterima masing-masing guru WB per bulan adalah Rp 300 ribu. Sedangkan besarnya bantuan dari kesra Rp 150 ribu per bulan,” terangnya.
Siswoyo menuturkan, lama masa bakti guru WB yang diusulkan bervariataif, mulai tahun 2001, 2004, 2011, 2012, bahkan ada beberapa guru WB yang baru 4 bulan mengabdi. “Terus terang, sampai saat ini kami belum tahu kriteria guru yang akan mendapat bantuan. Klasifikasinya seperti apa, itu tergantung kebijakan Pemkab. Yang jelas kami hanya menyediakan data. Masalah nanti yang akan dapat berapa orang, itu sudah bukan area kami. Karena yang punya dana Pemkab,” tandasnya.
Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Administrasi Sekda Kabupaten Banyumas, Drs Purwadi Santoso MHum mengakui, Pemkab Banyumas pernah menggelar rapat bersama SKPD terkait untuk membahas soal rencana realisasi gaji guru WB setara UMK. Hanya saja saat itu, kata dia, belum ditemukan angka guru yang akan diusulkan secara pasti. Sehingga, Pemkab belum berani mengusulkan program ini di anggaran perubahan. “Memang pernah, hanya saja belum ada angka pasti. Jadi Pemkab belum berani mengusulkan,” katanya.
Purwadi tetap mengatakan, Pemkab masih menunggu usulan dari dinas terkait ke Bupati Banyumas. Usulan ini, kata dia, merupakan usulan yang telah matang. Artinya, di alamnya meliputi keterangan jumlah guru WB, jumlah guru yang telah mendapat tunjangan kesra dan tunjangan lain, serta guru yang belum mendapat tunjangan itu. “Belum ada usulan ke Bupati Banyumas. Jika sudah ada, akan kita rapatkan,” imbuhnya.
Ia mengestimasi dengan anggaran perubahan yang saat ini tengah dibahas, realisasi bisa mundur dari yang ditargetkan. Jika memungkinkan, maka ini akan kembali diusulkan di anggaran tahun yang akan datang. (ind/azz/sus)

500 total views, 1 views today

Posted by on 20 July 2013. Filed under Purwokerto. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login