Dewan Kesal, Masukan Tak Digubris

Pembangunan Trotoar Berlanjut
PURBALINGGA – DPRD Kabupaten Purbalingga, khususnya yang tergabung dalam Komisi IV, mengaku prihatin terhadap pembangunan trotoar yang masih berlanjut. Padahal, pembangunan trotoar tersebut dinilai tidak sesuai dengan spek yang tertera dalam kontrak. Selain itu, ada lagi dugaan daur ulang bahan material trotoar lama, untuk digunakan sebagai material trotoar lama.

Ketua Fraksi Golkar, Adi Supriyanto mengatakan saat ini Purbalingga mencanangkan sebagai tahun pembangunan. Oleh karena itu, pembangunan harus benar-benar sesuai dengan perencanaan. Dijelaskan, sebelumnya sudah ada rekomendasi pemberhentian sementara terkait pembangunan trotoar. Hal itu berdasarkan rakor yang dilakukan Komisi IV dengan Bagian Pembangunan Pemkab Purbalingga.

“Namun hingga saat ini pembangunan trotoar nyatanya masih tetap dilanjutkan, padahal tidak sesuai dengan spek,” ungkapnya.

Dijelaskan, sejauh ini dia mengaku masih terus memantau perkembangan pembangunan trotoar. Adi mengatakan, pembangunan seharusnya tidak dilanjutkan tetapi diulang. Apalagi ada indikasi terkait dugaan daur ulang material.

“Walaupun masih dugaan, hal itu perlu dikhawatirkan mengingat saat ini bahan-bahan material menjadi cukup mahal pasca kenaikan BBM,” tegasnya.

Ditambahkan Adi, kelanjutan pembangunan seharusnya menunggu laporan dari inspektorat, sehingga nantinya bisa lebih dipertanggungjawabkan.

“Bupati seharusnya juga ikut berperan aktif dalam hal pengawasan melalui inspektorat,” jelasnya.

Sementara itu, hal serupa juga diungkapkan anggota Komisi IV dari Fraksi Keadilan Sejahtera, Mukharir. Menurutnya, pemerintaah harus lebih memperhatikan masukan-masukan dari DPRD. Pasalnya, masukan dari DPRD merupakan temuan langsung di lapangan, dan berdasarkan aspirasi masyarakat.

“Selain itu, pembangunan juga harus disesuaikan dengan spek yang ada. Jika ada penyimpangan, seharusnya dapat segera ditindaklanjuti,” paparnya.(bay/bdg)

Sebagai informasi, di Purbalingga, saat ini perbaikan dan pembangunan trotoar berada di lima titik pekerjaan yaitu Jalan A Yani, Jalan Panjaitan, Jalan S Parman, Jalan menuju RSUD Goeteng, dan Jalan Rowi Yusuf Bobotsari.

Mukharir mengaungkapkan pihak pelaksana juga sebaiknya segera diberitahu mengenai hasil rekomendasi sehingga untuk sementara pekerjaan bisa dihentikan. (bay)

240 total views, 1 views today

Posted by on 21 August 2013. Filed under Purbalingga. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login