Award dari Presiden untuk Juara Dunia

Merah Putih Berjaya di Tiongkok

JAKARTA-Tangis suka cita bercampur haru menyambut kedatangan pebulutangkis Indonesia yang baru pulang berlaga di Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, Tiongkok, tadi malam di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan membawa pulang piala dunia.
Kontingen Indonesia mendarat di Tanah Air sekitar pukul 19.55 WIB dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia GA 899. Mereka disambut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Gita Wirjawan, Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (KONI) Tono Suratman, dan Wakil Ketua KONI Fuad Basya.
Puluhan fans menunggu sejak pukul 16.00 WIB. Mereka juga membawa gambar dan tulisan dukungan untuk empat pemain juara dunia.
Gita mengungkapkan bahwa kemenangan ini adalah berkat doa dan dukungan masyarakat Indonesia. Dia juga memuji para atlet yang berhasil mengatasi segala hambatan agar bisa menjadi yang terbaik. “Kawan-kawan ini berjuang di Guangzhou meninggalkan keluarga saat Lebaran untuk berjuang demi Merah Putih,” ucap Gita.
Menteri Perdagangan itu menegaskan bahwa dua prestasi level dunia itu menandai kebangkitan bulutangkis Indonesia di level dunia. Dua prestasi itu juga menjadi peringatan bagi negara-negara rival Indonesia untuk tidak lagi menganggap Indonesia sebelah mata.
Prestasi yang mengakhiri paceklik gelar sejak 2007 itu segera mendapat apresiasi dari pemerintah. Roy Suryo mengatakan, bonus sudah dibicarakan. Tapi, dia tidak mau membeber berapa nominalnya. “Award akan langsung diserahkan Presiden,” katanya.
Empat atlet bulutangkis mempersembahkan kemenangannya untuk rakyat Indonesia. Ahsan menyebutkan, masyarakat Indonesia adalah pihak yang paling pantas menerima dan bangga dengan prestasi tersebut. “Ini kado kemerdekaan untuk masyarakat Indonesia,” katanya.
Tontowi mempersembahkan gelar itu kepada ayahnya yang selama ini bermimpi besar melihat anaknya juara dunia. Mimpi itu akhirnya berhasil dia tuntaskan dengan dramatis setelah melalui poin-poin kritis mengalahkan pasangan Tiongkok Xu Chen/Ma Jin dalam drama tiga set. “Ini untuk ayah,” ungkap pebulutangkis asal Banyumas, Jawa Tengah, tersebut. (aga/ca)

375 total views, 2 views today

Posted by on 13 August 2013. Filed under Utama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

You must be logged in to post a comment Login