| Anggaran Angket Century Rp 5 Miliar |
| By Administrator,
on 12-12-2009 03:44
|
 KPK, BPK, dan Susno Dipanggil Pertama JAKARTA - Anggaran yang dibutuhkan untuk pansus Century sudah dirancang. Pansus yang didesain menyelesaikan kerjanya selama dua bulan tersebut membutuhkan dana hingga Rp 5 miliar. Menurut Wakil Ketua Pansus Yahya Secawirya, nilai anggaran sebesar itu akan dialokasikan untuk biaya operasional rapat, insentif rapat, staf ahli pendukung, serta saksi ahli. Selain itu, ada alokasi dana untuk meninjau ke lapangan guna menyelidiki sejauh mana besarnya aset-aset Century. "Kalaupun nanti ada sisa dana, tentu kami kembalikan ke setjen DPR," ujarnya setelah rapat pimpinan. Menurut dia, nilai anggaran sebesar itu sudah dibuat serasional mungkin. Tidak ada keinginan sama sekali untuk melambung-lambungkan anggaran. Wakil ketua pansus lainnya, Mahfudz Siddiq, menambahkan bahwa anggaran Rp 5 miliar tersebut merupakan standar minimal pansus. "Dari pengalaman pansus-pansus yang lalu, itu termasuk minim," kata Mahfudz. Dana sebesar itu juga dianggarkan untuk empat bulan masa kerja. Sebenarnya, pansus tersebut hanya berumur dua bulan. Namun, untuk mengantisipasi perpanjangan waktu kerja bila pansus belum bisa menyelesaikan tugas, ditambah waktu dua bulan. "Lebih baik mematok anggaran lebih," ujar politikus asal PKS itu. Mahfudz menambahkan, pansus langsung mematok anggaran untuk empat bulan masa kerja dengan risiko kelebihan dana. Menurut dia, lebih mudah mengembalikan kelebihan anggaran daripada mengajukan tambahan anggaran bila ternyata pansus kekurangan dana di tengah proses angket. "Yakinlah, jumlah ini sangat rasional," tegas mantan ketua FPKS tersebut. |
|
|
| Tabrakan Beruntun, 3 Tewas |
| By Administrator,
on 12-12-2009 03:42
|
 BANTUL-Tiga orang tewas dalam sebuah kecelakaan yang melibatkan satu mobil dan dua bus serta satu truk. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Ring Road Barat, Kasihan, Bantul, sekitar 300 meter dekat Kampus UMY Yogyakarta, Kamis (10/12). Empat kendaraan yang dalam insiden ini,yakni bus Ramayana jurusan Yogyakarta-Semarang nopol AB-1525-BA, Toyata Starlet biru nopol AB-1773-BA, truk pengangkut barang Mitsubishi Nopol AB-9308-GB dan bus angkutan Kopata Jalur 9 jurusan Tempel-Terminal Giwangan nopol AB-2725-A. Kecelakaan ini sempat memacetkan lalu lintas jalan ring road selatan sekitar 5 jam. Hasil liputan dilapangan kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 13.00. Kecelakan bermula saat mobil sedang Toyota Starlet yang meluncur dari arah utara menuju selatan hendak berbalik arah dengan melewati marka pembatas jalan, tempat biasa kendaraan memutar arah. Ketika mobil tersebut berputar tiba-tiba muncul bus Ramayana dari arah selatan dengan kecepatan tinggi. Sopir bus membanting setir ke arah kanan, namun badan bus bagian kiri tetap menyenggol bagian kanan sedan Toyota starlet. Bus akhirnya terpental dan melompat pembatas jalan dengan kecepatan tinggi. Di saat bersamaan dari arah utara muncul truk bermuatan genting dan langsung menghantam badan bus tersebut. Bus akhirnya terbalik ke sisi kanan dengan posisi melintang di jalan. |
|
| Lewat Pintu Level Direktur |
| By Administrator,
on 12-12-2009 03:36
|
 Kedatangan Anggodo Ke Mabes
JAKARTA---Anggodo Widjoyo kembali muncul di Gedung Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kemarin. Kedatangannya untuk melengkapi bukti laporannya terkait penyadapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggodo datang melalui pintu belakang yang biasanya hanya dapat diakses pejabat internal. Saat dicegat di pintu depan, kuasa hukum Anggodo, Bonaran Situmeang, tak menjelaskan mengapa kliennya datang melalui pintu belakang. "Ya memang lewat belakang aja, datangnya tadi pagi-pagi," kata Bonaran. Dia membenarkan Anggodo datang sekitar pukul 08.00. Dia didampingi dua orang pengacara dan masuk lewat pintu yang biasa digunakan sebagai jalan masuk penyidikl level Direktur. Umumnya, tamu yang datang ke Bareskrim melalui pintu depan. Sebelum memasuki ruang Bareskrim, seluruh tamu harus melalui pemeriksaan petugas secara manual dan metal detector. Hanya pejabat internal Polri yang biasa mengakses pintu belakang. Bahkan, Kabareskrim Komisaris Jenderal Ito Sumardi pun berkantor melalui pintu depan. Menurut Bonaran, kedatangan Anggodo ke Bareskrim terkait laporan penyadapan yang diperdengarkan Mahkamah Konstitusi pada 3 November lalu. Atas laporan itu, pejabat dua media nasional yaitu Kompas dan Sindo sempat dipanggil kepolisian sebagai saksi. "Antar bukti aja terkait laporan penyadapan, ada berita internet juga, sama klipingan dari koran," katanya. Rekaman hasil penyadapan itu diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi pada 3 November 2009. Rekaman itu memperdengarkan pembincaraan via telepon antara Anggodo dan sejumlah orang. Rekaman itu memunculkan indikasi adanya skenario untuk kriminalisasi dua pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. |
|
|
|